Rabu, 21 Oktober 2015

Reuni Ento

aku sendiri juga heran
orang yang berbeda bisa membuat kita bersikap lain
10 Oktober  2015 kami kumpul lagi, meskipun dengan personil yang tidak lengkap
satu semester kami duduk dibangku yang berjejer, waktu itu januari 2013
belajar sesuatu yang kami sukai (atau terpaksa sebagian dari kami sukai hahaha gitu nggak sih? kalian ada kan yang terpaksa masuk ento?)
bersama dengan mereka aku ngerasa ada ditempat yang tidak salah
kami sudah lama tidak berbagi cerita tetapi tidak asing sama sekali ketika bertemu
tilka dan merry yang masih rame (rameeeee banget lebih ke berisik)
fathan yang masih susah banget diajakin komunikasi
mas febri yang selalu gupuh nyari masjid
jati yang selalu prepare seeeeegaalanya buat kami
kalian masih sama....dan tetap sederhana
bersama kalian aku merasa bersama komunitas ku, orang orang yang bikin aku nyaman walau dalam diam
nggak takut garing kalo udah sama kalian, meskipun gak tau lagi mau bahas topik apa
banyak yang harus aku syukuri ternyata, kalian salah satunya
Makasih mas febri dan fitria yang udah mau datang dari jakarta
Makasih tilka merry jati fathan
Makasih tante om pak gerson faya gesty
Opa mardi ilang entah ke mana...mboh lah
Selamat buat mas wahyu dan mbak tina, semoga samawa, selalu diberkahi dan disayangi Allah selalu

Senin, 05 Oktober 2015

Call it unpredictable, unforgettable, irreplaceable moment

Di setiap perjalanan aku selalu beroda agar aku mempelajari sesuatu yang menambah ketaatanku kepada Allah. Membuat aku lebih rendah hati. Mengikis kesombonganku. Dan membuat aku sadar bahwa aku sebenarnya hanya kecil.

Dengan planning yang random aku pergi dari rumah ke tempat lain. Setiap kali ditanya orang dan aku jawab kami –aku dan Jati- dari Semarang, mereka bilang “adohe rek”, “jauh sekali”, “semarang tu mana?”. Dari situ aku nyadar kalo aku mungkin terlalu berani (red: nekat) hahaha
Setelah sampai stasiun Jember, kami dijemput duo arek yang akan kami repotkan selama beberapa hari ke depan, Renam sama Mirza. Selama di sana, they treat us like a princess (princess yang teraniyaya maksute hahaha).

Renam itu anaknya sopan dan rendah hati banget. Selalu minta maaf apapun itu. Mirza itu anaknya humble dan menyenangkan banget. Selalu be the first, kalo jalan cuepet banget...go straight on ya Mir. Waktu itu Renam cerita kalo dia mengutamakan orang tuanya lebih dari pada cita-citanya yang tinggal selangkah lagi. Mirza bilang kalo kita itu ada pada restu orang tua. Dari mereka aku tau bahwa meraih mimpi itu penting namun meraih kemuliaan itu tidak bisa disepelekan.

Duo arek itu katanya ngapusi bocah bocah dari Germany, karena Marisa, Nora dan Timo kami bisa ke Banyuwangi. Tujuan awal yang dicancel karena gak tau gimana akses ke sananya. Teluk hijau memang destinasiku karena enang suka banget sama yang ijo ijo, kan pantai biasanya panas tuh. Kalo ini berarti kan lain, pantai tapi hutan. Noh gimana tuh....panas tapi dingin. Terus pulau merah, aku gak tau kapan akan ke sana kalo bukan kalian yang bawa aku ke sana.

Aku pernah mau ke Bromo pas itu tahun 2011. Udah hampir sampai tapi gagal karena mobile nggak kuat naik. Akhirnya Bapak banting stir ke Blitar katanya mau daftarin anaknya ke proklamator Indonesia alias ziarah ke makam Bung Karno. Setelah sekian tahun, ternyata bukan Bapak yang bawa aku ke Bromo, tapi kalian rek. You are the first one that take me to place I want to be there. Di penanjakan 1 adanya kabut ya? Kabutnya eksotis kalo menurut aku. Aku sama sekali gak menyesal liat kabut dan tower tower, aku seneng...I swear it!!!. Aku ada di sana, sholat subuh, rasanya udah nikmat banget. Kabut bukan masalah buat ku. Aku sudah sampai tempat tujuanku, aku bersyukur untuk itu.

Aku gak mau ke air terjun awalnya, takut terlalu ngerepotin kalian. Tapi tapi tapi tapi ternyata....duh gimana ya aku ceritanya. Di sana tebingnya tinggi, ditumbuhi tanaman hijau, ada air jatuh dari atas yang gak habis habis, dibawahnya ada sungai bening, udaranya sejuk. Kata mereka ini hidden paradise, semakin aku mendekati air terjun utama yang tersembunyi itu semakin aku terpukau (hanya dia yang menbuat aku terpukau-nyanyi). Mirza yang cepet jalannya itu bilang “come on come on”, apaan sih Mir yang disini aja belum selesai dinikmati. Awalnya hujan dari tebing, lalu sungai bening, lalu entah berapa debit air jatuh dari atas ke dalam danau warna biru, airnya nggak abis abis. What I can do just stood in silence. Its just suddenly happen, ada dua air terjun sekarang, dari tebing dan dari mataku. Kata Renam “kenapa Buk?capek?” Enggak, aku Cuma tertegun (tertegun ku memandang mu-nyanyi). Plis ojo baper ;p
Aku pas itu cuman mikir, siapa yang bikin semua ini. Dan kalo Allah bisa ngerancang hal yang indah banget kayak gini, apa kabar rencanaku yang aku pikir udah indah benget. Rencana ku aja indah, apalagi rencana Allah.
Aku bisa ngerasain jantungku berdetak, trus darah yang ngalir ke semua badanku kayak bilang, “Hei, apa lagi yang kamu ragukan dari Allah. Kamu itu siapa, Allah itu siapa? Masih bisa ngerasa hebat sekarang? Mau mengeluh soal apa lagi sekarang? Kamu pikir Allah akan sembarangan menuliskan takdirmu? Dia bisa bikin apapun yang Dia kehendaki”...piye lebhay to??

Sejak SD aku selalu bersemangat jika saatnya pulang tiba, berkemas kemas....horeee pulaaangg. Tapi kemarin aku ngerasa kenapa udah maghrib? padahal habis isya harus pulang. Aku gak akan memaksakan untuk tinggal sehari lagi, karena ini sudah terlalu lama buatku hahaha dan kalian pasti juga capek kan rek? Gak etis banget kalo aku memperpanjang masa penderitaan kalian.
Makasih buat pacarku, maksudku pacarku jati (kok tetep keliatan kayak pacaran sama cowok ya, gini bakal nurunin pasaran dong kalo ada yang baca)....maksudku pacarku jati dan dia itu cewek dan aku normal (kalo dia sih nggak tau deh) yang udah bawa aku ngetrip, maksudku random trip lebih tepatnya. Aku takut di awal tapi sungguh sangat bersyukur di akhir, dan aku nggak menyesal kok, beneran.

Di sepanjang perjalanan pulang aku inget apa yang udah aku lakukan beberapa hari kemarin terus aku berdoa. Ini doa ku di bis, sssttt tapi jangan bilang bilang.
Ya Allah ada hamba Mu yang telah memperlakukan aku dengan baik. Bersusah susah agar aku merasa nyaman dan aman. Menghawatirkan bagaimana perasaanku dan apakan aku sehat. Lari ke sama ke mari untuk memuliakan tamu. Engkau sudah pasti akan membalas kebaikan mereka. Oh Allah please make happen what is their future goals, or giving them better than that. Dari mereka aku mempelajari banyak hal, dan jika aku menjadi lebih baik dan mendapatkan kebaikan (karena telah belajar dari mereka), semoga mereka mendapatkan pahalanya juga.

Every experience, either good or bad, comes with a lesson. There are moments when troubles enter our lives and we can do nothing to avoid them. But they are there for a reason. Only when we have overcome them will we understand why they were there. –Paulo Coelho-

Jember-Banyuwangi-Probolinggo

28 September-2 Oktober 2015

Rabu, 16 September 2015

Background

Hari ini mbak isti cerita kalo dia gak tahan naik bis. Selain emang mabuk darat, dia punya trauma. Dari boyolali sampe semarang dibela belain naik ojek meeenn. Setelah dia cerita traumanya kenapa, aku -yg strong gak punya alergi super berani ini- mungkin juga gak akan berani naik bis.
Mbak vita datang dgn lecet di hidungnya. Katanya kemaren sepanjang hari dia mimisan. Dia pernah bilang alergi debu, tapi aku gak nyangka sampe gini gini amat.
Ternyata kata "ora maedu" itu bakal kita pahami kalo kita mau denger cerita mereka dan kalo mereka mau jelasin ke kita.
Dulu aku pikir orang tidak bisa karena tidak mau berusaha. Tapi...aku ternyata salah. Siapa yg mau gak bisa, semua orang pasti maunya bisa, mampu.

Sekarang aku ngerasa kalo aku makin mau tau latar belakang dari alasan seseorang ngelakuin sesuatu. Sepertinya aku makin manusiawi dibanding aku yg dulu, dan semoga terus seperti ini. Dulu mungkin aja aku ngerasa kalo aku ini setengah dewa *koplak banget, karena aku belum merasakan gimana tidak berdayanya terhimpit dan tidak punya pilihan.
Setiap kegagalan yg aku alami sekarang, aku harap bisa ngasih aku pelajaran supaya baik hati dan nggak sombong.
Dulu jalanku mulus, sekarang aku akan menikmati goncangan yang semoga bisa bikin aku lebih waspada, pegangan supaya nggak jatuh.
Gituuuu
16 Sept 2015

Senin, 14 September 2015

Anggap saja gagal itu kasih sayang Allah

Siapa sih yang gak mau sukses?
Definisi sukses itu subjektif sih menurutku
Orang berjuang biar bisa sukses, menurut sudut pandang mereka masing masing
Aku berjuang aku juga gagal
Belum tentu dedinisi kita sama kayak definisi Allah
Dan Allah itu Maha Bijaksana kan?!

Pas aku gagal udah pasti sedih...yang aku pengen gak aku dapat. Tapi gak lama Allah langsung memperbaiki perasaan ku. Allah nunjukin kalo masih banyak yg harus aku syukuri.
Pasti banyak dosa dosa yg udah aku bikin, aku takut mereka bikin aku gak bisa melihat hikmah dari takdir yang Allah tetapkan buat aku.
Semoga Allah selalu menjaga kita dari melakukan hal yg dibenciNya
Semoga Allah senantiasa membimbing kita untuk terus taat kepadaNya
Semoga Allah memberi kita kemampuan untuk bisa merasakan kasih sayangNya yg luar biasa
Semoga Allah menyukai kita

Aku seneng banget kalo kamu bisa lolos seleksi, aku seneng kalo kamu bisa ada di keadaan yg kamu sukai
Doa ku buat kamu malam sebelum tes
Lancarkanlah ya Allah jika memang ini bisa memuat dia (maksudnya ya kamu itu ndoro haha) bertambah ketaatan pada Engkau
Membuat dia makin berbakti pada bapak ibuknya
Menjadikan dia lebih bermanfaat bagi orang lain

Gitu tu doa ku...
Kamu pasti sukses
Aku liat kualitas dalam diri mu
15 Sept 2015

Happy belated birthday girls

Hari ini ke rumah anani. 10 September kan mereka ulang tahun. Dan sekarang 14 sept 2015 hahaha telat, maaf an
Tapi tetep wish you all the best
Kadonya mbak mus juga baru tadi aku kasihkan....ultahnya 25 mei hhahaha belated birthday banget deh, maaf mbak mus.
Mereka temenku sejak SMP dan ketemu cuman pas ada yg ultah gini.
Meskipun lama nggak ketemu tapi ngobrol sama mereka pasti sampe lama banget lamaaaaaa banget. Ada aja yg diceritain. Kadang mereka ngomongin tentang temen mereka dan aku cuman bisa ngeweh, tapi tetep nyaman aja rasanya meskipun aku roaming.

Ani yg paling polos udah punya pacar. Kami dari dulu membawa karakter masing masing...dan makin ke sini aku makin ngerasain kalo perbedaan itu menakjubkan. Aku belajar banyak dari masing masing mereka, mereka ngasih hidayah ke aku dan itu beda beda....

Dengerin pendapat mereka yg beda beda itu seru banget. Sudut pandang yg belum pernah aku liat selama ini aku pelajari dari mereka.
Kalian udah banyak berubah yooo...makin dewasa makin pinter. Kalian makin gak bisa diremehkan.
Makasih yaaa makasih untuk semua perhatian kalian.

Semoga Allah menyayangi kita
Semoga silaturahmi ini tetap terjaga dan membawa kebaikan
Aamiin
I love you girls

Sabtu, 01 Agustus 2015

Aku nyadarnya baru sekarang kalo ternyata lidahku menyakiti orang lain.
Aku gak bermaksud gitu. Tapi kenyataanya aku gak bisa kan ngontrol perasaan orang lain. Jadi lidahku ini adalah salah satu alasan (dari mungkin sekian banyak alasan) kenapa aku jadi "public enemy"?

Pagi ini minggu 2 agustus 2015, aku niruin ketawanya ibuk (yang keras itu)...
Kata seto aku suka ngehina, dikira ngelakuin itu gak nyakitin hati apa?
Kaliatanya sih ibuk setuju
Aku langsung pura pura sibuk, aku gak pernah (selama entah berapa lama aku niruin ketawanya ibuk) semerasa bersalah gini.
Mungkin karena suasana yang gak tepat juga kali ya, biasanya gak terjadi apapun kalo aku niruin gini
Mungkin karena suasana yang tepat jua aku bisa sadar

Jadi musuh keluarga sendiri, satu rumah, tau gak gimana rasanya?
This is first time in my life dan gak pernah kebayang kayak gini juga.
Lari terus juga gak mungkin, kamu harus menperbaiki res... Meskipun namamu jelek dan gak ada jaminan bisa balik kayak dulu, tapi apa kamu mau bener bener jadi jelek seperti yang mereka sangka?
Yang rendah hati aja, pasrah aja.
Kamu akan belajar hikmah kok, insya Allah
*lebay yo ben

Kamis, 23 Juli 2015

Luar kotaan

23 Juli 2015
I dont know why... Waktu tu cepet banget kalo pas aku ketemu sama kalian. Ujug ujug udah malam aja dan aku harus pulang huhuhu KENAPAAA ???!!!
Alhamdulillah banget hari ini Allah memberikan aku rejeki bisa ketemu dan bersilaturahmi
Awalnya aku mau curhat yang sedih sedih lho..tapi kok curhatanku malah jadi lucu.
Kalo ketemu kalian tu ya...bawaanya bahagia banget. Aku kayak feel free(dom) hahah
Aku jadi over acting jadi kesurupan jadi lebay jadi hiperaktif jadi makhluk yg harus diiket biar nggak nyokot
Makasih ya kalian udah ngecharge hatiku *sisalebaytadimasihada
Dari rumah Faya hari ini aku dapat foto, jajan dan DOA
Semoga doa maminya Faya terkabul
Bunyinya gini
Semoga sukses
Dapat pekerjaan tetap
Dapat jodoh yg soleh
Semakin takwa kepada Allah
Tetap iman dan islam
Selamat dunia dan akhirat
SEMOGA SELALU BERBAKTI PADA ORANG TUA....
Aamiin ya Rob
Jangab lupa main lagi meskipun udah kerja, udah sukses
Aamiin Mi, semoga Allah memberi kesempatan untuk terus bersilaturahmi
Semoga keluarganya Faya selalu diberkahi dan disayang oleh Allah. Selalu mendapatkan rahmad dan perlindungan serta kemuliaan. Aamiin

Selasa, 21 Juli 2015

21 Juli 2015

There are times when you were home but did not feel  homey
There are times when you feel unneeded
There are times when you feel worthless
There are times when you feel you become public enemy
There are times when families are those who have no blood relationship with you
You do not help me resolve my problem at all
But you make me feel better
and at least give me the energy to finish what I have to finish
I thank God for the blessings that God has given to me
At the moment I do not know where to go, I have you

The time passed very quickly, a sign that I enjoy this day
Thanks to 7 hours with MT
and express beauty courses with Rachel
also thanks for Yun as the photographer










Kamis, 16 Juli 2015

1 Syawal 1436 17 Juli 2015

Hari ini takbir berkumandang
Ramadhan dan segala keindahanya segera berganti dengan pengampunan dari Allah
Aku berdandan dan memakai baju terbaikku
Seperti akan berkencan dengan mu, iyaaa kamuuu
Ini adalah hari yang penting
Tapi aku tidak bisa tersenyum, meski aku berusaha
Badanku gemetar, tidak aku tidak lapar, aku juga tidak sakit kok
Hanya ada yang ngganjel
Seperti akan bersih tapi tidak jadi jadi
Seperti mau kentut tapi ada banyak orang

Ketika aku memelukmu dan bilang
Ibuk aku durhaka, maafkan ya buk supaya Allah ridho pada ku, agar aku selamat dunia dan akhirat
Aamiin, katamu

Barulah aku merasa Allah melihat pada ku

Minggu, 12 Juli 2015

Malam minggu

Malam ini kita ketawa sampe perut kram
Mungkin aja otak kita juga kram
Koyok ra nduwe duso

Semoga kalian disayang Allah
11 Juli 2015

Jumat, 10 Juli 2015

10 Juli 2015

Aku tidak pernah tertarik dengan acara seperti ini
Menurutku bisa jadi ini hanya kegiatan latah musiman yang hanya menjadi tren pada masanya
Aku malas dengan semua keribetan, koordinasi, rencana, pendapat....seeemuanya
Aku tidak menikmati, ini semua nggak asik
Meskipun tidak semuanya seperti itu, tidak semua seperti itu
Banyak juga yang memang berniat tulus
Bagaimanapun ini kegiatan yang insya Allah positif

Sampai akhirnya aku datang, dan melihat mereka
Wajahnya bersih
Pembawaanya bersahaja
Sikapnya santun
Cara mereka menjabat dan mencium tanganku membuat aku merasa berdosa

Jangan selalu melihat ke atas agar kamu tidak menyepelekan nikmat Allah
Terimakasih telah mengajarkan untuk terus bersyukur
10 Juli 2015

Minggu, 05 Juli 2015

Sabar sabarlah cintaku

Bukan bukan musuh
Bisa jadi mereka adalah ujian res...
Semangat dan rendah hati yaaa

Roda itu berputar, hidup tidak selamanya di atas

Klasik memang, tapi pernah gak sih kamu ngerasa kalo kamu itu minoritas? berusaha membaur tapi tetap menjadi minyak dalam air? Pernah gak kamu ngerasa tiba tiba tidak berharga? Parahnya kalo sebelumnya kamu itu pemeran utama.
Hidup memang tak selamanya indah. Tidak ada hukum yang menyatakan bahwa semua yang kamu harapkan pasti atau harus kamu dapatkan.
Perasaan terbuang kadang bikin kamu memilih untuk menghilang sekalian, iya gak sih? Tapi ketika kamu benar benar menghilang...apa ada yang mencari mu? Jadi untuk apa susah payah menyembunyikan diri? toh sekarang saja tidak ada yang sadar kehadiran mu. Tapi merasa tidak disadari kadang menyakitkan, itulah fungsinya menghilang. Walaupun tak seorangpun sadar, peduli atau membutuhkan mu, paling tidak kamu menyelamatkan hatimu dari rasa tidak diinginkan yang lama kelamaan mungkin bisa menumbuhkan kebencian.
Aku ingin pergi ke tempat dimanan orang membutuhkanku atau paling tidak ke tempat dimana orang memang tidak mengenaliku, bukannya menganggapku tidak berarti

Lagi alay...biarin

Kamis, 25 Juni 2015

I, We did it

Momen yang aku tunggu tunggu sejak sebelum aku lulus, lebih dari satu tahun yang lalu. Aku mendaftar bahkan sebelum pendaftaran dibuka, dengan tidak sabar menunggu pengumuman penerimaan. Demi ikut riset ini aku tidak takut apalagi kabur dari vaksin.
Banyak komentar orang ketika aku menceritakan atau ketika mereka sendiri memintaku untuk menjelaskan tentang rikhus vektora.
Ada yang dengan heran bilang “cari nyamuk? Ngapain?”,
Ada yang dengan kaget bilang “ha? serius?”,
Ada juga yang mentertawakan “hahahaha”
Ada yang istighfar juga “astaghfirullah”
Setelah ada di Solo dan bertemu dengan orang orang yang satu tujuan dengan ku, barulah aku merasa dimengerti, alhamdulillah ya Allah tidak ada lagi yang bilang kalo aku kurang kerjaan. Tidak perlu aku susah payah menjelaskan begini begitu.
Apa masalah kemudian selesai? Ternyata tidak. Selama TC aku merasa jadi orang bego, banyak banget ilmu yang aku tidak mengerti. Tapi ini kegiatan yang aku tunggu lebih dari satu tahun yang lalu, jadi meskipun otakku meledak tapi semangatku tetap membara. Semakin meledak semakin membara *labay.com.
Untung ada percobaan puldat di Boyoali, jadi paling tidak kami punya gambaran tentang keadaan di lapangan nanti. Di sini kami lebih mengenal teman satu tim. TIM VEKTOR PATI, itu tim ku.
Abdul Malik (Ketua TIM, Beliau ini tim pakar yang selama puldat menjadi kakek kami ),
Wulan K Jati (dia temanku yang selama puldat menjadi Waka TIM),
Sumarman (Beliau suami dan ayah baik baik yang selama puldat menjadi Om kami),
Suwasis (Beliau bapak gaul yang setelah puldat mendapat gelar SE sarjana entry),
Sunarto (Beliau pria yang sangat bersahaja yang selama puldat menjadi chef, kadang menjadi naruto, kadang juga menjadi rembo yang jelas Beliau adalah Pakdhe kami),
Mufida (gadis cantik yang aku amati dari awal ketemu waktu vaksin yang selama puldat menjadi idola semua pria),
Nicko A Gumilang (dia anak mama papa yang selama puldat membawa tawa dan menjadi korban bullying, menyelesaikan masalah teknis dan paling sering nanya ke mbah google)
dan aku Nareisywari YK (orang yang sangat beryukur mengenal mereka). Aku suka mereka semua, mereka juga pasti suka aku hahah, kami saling menyukai....mau tidak mau.
Puldat akhirnya dimulai. Halo Pati, Bumi Mina Tani. Selama satu bulan kami akan bekerja keras. Banyak hal-hal yang harus kami lakukan sesuai dengan SOP. Survey jentik lingkungan dan rumah, penangkapan  nyamuk resting rumah dan lingkungan, penangkapan malam dengan segala macam metodenya, belum lagi prosesing sampel yang  masya Allah banyak sekali. Selain itu juga ada beban administratif kayak mengisi form, logbook, SPPD, dan SPJ yang ribetnya sampe bikin muntah-ngelebihin stressnya nge-goal-in draft skripsi ke perpus pokonya. Belum lagi harus berhubungan dengan tenaga lokal, pemilik rumah, perangkat desa, dinas kesehatan, supervisi berkali kali yang bukan hanya membawa oleh oleh tapi juga informasi yang bergonta ganti kayak nomer HP waktu jaman sekolah, gonta ganti.
Tapi serangkaian kegiatan ini sungguh keren menurutku. Aku sih yakin banget kalo orang orang dibalik ini semua juga sudah mengusahakan yang terbaik demi kelancaran puldat (red: pengumpulan data). Mempersiapkan penelitian skala nasional dengan berbagai macam alat, prosedur, metode yang sungguh luar biasa buanyak pasti membutuhkan dedikasi dan kesabaran yang luar biasa banyak juga. Makanya meskipun luar biasa jengkel tapi aku berusaha memahami Beliau Beliau yang sudah luar biasa bekerja keras.
Banyak banget yang aku pelajari dari riset ini, tentang vektor, tentang kerjasama tim, tentang seluk beluk administrasi di dalam organisasi. Aku harus mengendalikan diri, sabar, legowo, menerima kekurangan ku sendiri dan orang lain, mengakui kesalahan kebodohan dan ketololan ku, memahami mengapa orang bersikap demikian, memprioritaskan kepentingan tim. Aku harap nilai nilai itu terpatri terus di benakku sehingga aku bisa makin bijaksana dan lebih bertoleransi...pokoknya jadi orang baik deh, di mata Allah dan di mata sesama manusia, hewan juga deh kalo perlu.
Yang aku rasakan selama ikut riset ini tidak bisa terangkai dalam kata kata, entah karena terlalu amazing atau akunya yang ndak bisa nulis,,,mana catatan harianku di HP keformat lagi (sayang banget lho padahal aku nulis semuanya di situ)
Kata Prof Tjandra Yoga, “riset ini adalah sesuatu yang bisa dilakukan oleh manusia untuk manusia” and I did it. Alhamdulilah segala puji bagi Allah Tuhanku penguasa alam semesta

Pakdhe-Mas Niko-Pak gaul-Om Maman-Mbak Ida-Jati-Pak Malik
Aku ndak ada karena aku yang moto huhuhu

Hallo TIM

Kemesraan dimulai dari sini

Apaan sih Pak Wasis niii

Tongkat narsis coy...

ndak ada foto kerja karena waktu kerja kita semua (sok) serius 

Hobinya Mas Niko berdoa: Semoga nyamuk kita dicukupkan (red: dikit aja) Aamiin ya Allah

Semua foto adanya yang ceria, kalo pas merana ya ma
 les banget foto hahah

Kemesraan (2)

Rembo, Kemesraan (3)

Meskipun ngantuk tetap foto

Rombongan apa ini?

Foto=senyum (apapun yang terjadi)


Kemesraan (4) bersyukur mereka sekarang pisah ranjang


Kamis, 05 Maret 2015

Luar Kotaan

Kamis, 5 Maret 2015

Tadi malam Jati ngasih info ke aku. Besoknya kami akan ke B2P2VRP Salatiga, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Vektor dan Reservoar Penyakit, tempat magang ku Agustus 2013. Isinya orang orang pinter, tempatnya sejuk dingin dan yang pasti penuh kenangan. Berasa keren banget kalo udah ada di sana. Tanpa banyak rencana akhirnya berangkatlah kami...aku Jati Faya-seneng banget Faya juga ikut-, dengan modal berkas seadanya, niat seadanya juga hahaha. Rasanya aman aja kalo udah sama mereka, bawaannya seneng. 
Kami mampir dulu ke Puskesmas tempat maminya Faya kerja, bikin surat sehat, terus lanjut ke B2P2VRP deh. Aku nggak nyangka bakalan wawancara, ketemu peneliti dengan wajah lusuh, baju yang gak matching sama sekali dan otak yang blank....tapi rasanya kayak this is my place, kayak di rumah, jadi ya enjoy aja. 
Habis ketemu orang orang sederhana yang super keren itu, kami mampir ke rumah Faya (Salatiga), mau numpang makan. Habis duhur main ke rumah Jati (Ngablak-Kabupaten Magelang), ya cuman minum teh sama nonton TV aja. Tapi sambutan keluarga mereka yang ramah banget bikin hati adem, seadem udara di rumahnya Jati, berasa masuk kulkas deh. Ketemu Ayah Mami-nya Faya, Bapak Ibu Adek Mbah-nya Jati rasanya kayak dipeluk *pokoknya gitu deh rasanya.
Bawa buncis, wortel sama kol dari kebunnya Jati ke rumah. Aku kalo kemana mana kayak rampok. Semoga Allah memberikan keberkahan, kasihsayang dan rahmad pada Jati dan Faya sekeluarga yang sudah memerima aku di rumah mereka. Aamiin

they have charge my energy....
besok semangat negrjain kewajiban mu ya Res....kan udah meliburkan diri dari selasa hayooo


Sambil nunggu.... foto dulu


malu maluin banget ini di depan kantor kepala balai
aku belum siap Fay, udah di foto aja

Assalamualaikum


Faya namuin spot di rumah Jati
Wajah kumel nekat wawancara

bunganya bikin gak jelas banget Res




Selasa, 06 Januari 2015

6 Januari 2015

Hari ini aku resmi mengemban tanggungjawab baru. Ada tugas tugas yang harus aku tunaikan. Sebelumnya aku merasa tugas ini sangatlah berat dan aku enggan melaksanakannya dengan sunguuh-sungguh dan ikhlas, aku masih berharap bisa melakukan lebih dari ini. Tapi tidak mulai sekarang. Aku akan menjaga amanah dan akan aku tunaikan tanggung jawabku dengan sungguh sungguh. Semoga Allah meridhoi dan semoga yang aku kerjakan bermanfaat bagi sesama. Aku yakin aku akan belajar banyak dari sini (asal aku mau membuka hati dan pikiran, rendah hati dan menurunkan ego).
Aku bertemu dengan Ajeng dan Eka hari ini, dan juga beberapa teman yang membuat aku berkata "oh begitu...." aku tau sesuatu dari mereka.
Ajeng selalu begitu, dia yang selalu menjadi angin yang meniup bara api, membuatku terbakar. Ajeng percaya aku bisa melakukannya...apapun itu. Eka tekun dan rendah hati, dia selalu mengingatkan aku untuk kembali to the right way. Eka bukti nyata bahwa impian itu bisa terwujud.
From now on I will not worry too much about and I would not be afraid to face the fail. Having failed does not mean really fail, as long as we want to bounce back. There must be another chance and I'll definitely learn something.