Minggu, 27 Maret 2016

Pengen "Lari"

Sekarang aku di kecamatan, kelaparan, sendirian, nunggu temen yg akandatang membawa SPJ yg belum rapi mungkin.
Kasus meningkat, sekarang KLB, kinerja dipertanyakan.
Meskipin Pak Camat menegur dengan cara yg super santun dan menenangkan, tapi aku ttap ingin "lari".
Rasanya, meakipun aku tidak dapat dukungan aku tetap ingin melakukannya.
Aku, kakiku, hatiku dan jiwaku...dan juga semangatku, pengharapanku akan ku bawa serta bersamaku.
Aku mau lari saja,
Dalam keadaan yg lagi emosi dan gak stabil ini, aku nareisywari membulatkan tekat untuk (bukan menuruti ego, tapi insya Allah) mengejar mimpi yg akan ku tekuni dgn susngguh sungguh untuk mengharap ridho dr Allah
Sekian
Semarang, 28 Maret 2016

Ndoro Kepo

Aku sibuk nyari trik seharian gimana caranya agar chat ku dengan juragan bisa ke-hidden tanpa dicurigai ndoro kalo aku sedang menyembunyikan sesuatu.
Sampe aku mau ngajakin kong kalikongan juragan pake aplikasi lain.
Rahasia yg udah berhari hari (yg  berasa kayak bertahun tahun) aku simpan rapat rapat terbongkar karena aku lupa ngasih password di hp.
Pokoknya berbagai macam cara aku cari supaya privasiku bisa aman.
Seperti biasa imajinasiku menjadi liar.
Sebenarnya aku melas sama ndoro, hellowww res dia cuman mau baca chat mu.
Dia tertarik dan peduli pada kamu. Dan komentar (pedasnya) itu hanya di mulut aja, bukan dari hati.
So, gimana? Kamu mau menahan diri dan banyak orang yg bahagia. Atau kamu mau mentingin ego dan kamu bahkan mungkin gak dapet kebahagiaan?
Udah deh saran ku kamu nahan diri aja, pura pura aja dengerin, gak usah masukin ke hati.
Dan ujung ujungnya aku menyadari, bahwa aku belum merasakan ketulusan orang yg seperti ndoro kasih ke aku.
Amarah emang serem banget ya, bisa bikin kita me.utuskan hal konyol yg ngerugiin dan  menyakiti diri kita sendiri dan orang lain.