Rabu, 21 Oktober 2015

Reuni Ento

aku sendiri juga heran
orang yang berbeda bisa membuat kita bersikap lain
10 Oktober  2015 kami kumpul lagi, meskipun dengan personil yang tidak lengkap
satu semester kami duduk dibangku yang berjejer, waktu itu januari 2013
belajar sesuatu yang kami sukai (atau terpaksa sebagian dari kami sukai hahaha gitu nggak sih? kalian ada kan yang terpaksa masuk ento?)
bersama dengan mereka aku ngerasa ada ditempat yang tidak salah
kami sudah lama tidak berbagi cerita tetapi tidak asing sama sekali ketika bertemu
tilka dan merry yang masih rame (rameeeee banget lebih ke berisik)
fathan yang masih susah banget diajakin komunikasi
mas febri yang selalu gupuh nyari masjid
jati yang selalu prepare seeeeegaalanya buat kami
kalian masih sama....dan tetap sederhana
bersama kalian aku merasa bersama komunitas ku, orang orang yang bikin aku nyaman walau dalam diam
nggak takut garing kalo udah sama kalian, meskipun gak tau lagi mau bahas topik apa
banyak yang harus aku syukuri ternyata, kalian salah satunya
Makasih mas febri dan fitria yang udah mau datang dari jakarta
Makasih tilka merry jati fathan
Makasih tante om pak gerson faya gesty
Opa mardi ilang entah ke mana...mboh lah
Selamat buat mas wahyu dan mbak tina, semoga samawa, selalu diberkahi dan disayangi Allah selalu

Senin, 05 Oktober 2015

Call it unpredictable, unforgettable, irreplaceable moment

Di setiap perjalanan aku selalu beroda agar aku mempelajari sesuatu yang menambah ketaatanku kepada Allah. Membuat aku lebih rendah hati. Mengikis kesombonganku. Dan membuat aku sadar bahwa aku sebenarnya hanya kecil.

Dengan planning yang random aku pergi dari rumah ke tempat lain. Setiap kali ditanya orang dan aku jawab kami –aku dan Jati- dari Semarang, mereka bilang “adohe rek”, “jauh sekali”, “semarang tu mana?”. Dari situ aku nyadar kalo aku mungkin terlalu berani (red: nekat) hahaha
Setelah sampai stasiun Jember, kami dijemput duo arek yang akan kami repotkan selama beberapa hari ke depan, Renam sama Mirza. Selama di sana, they treat us like a princess (princess yang teraniyaya maksute hahaha).

Renam itu anaknya sopan dan rendah hati banget. Selalu minta maaf apapun itu. Mirza itu anaknya humble dan menyenangkan banget. Selalu be the first, kalo jalan cuepet banget...go straight on ya Mir. Waktu itu Renam cerita kalo dia mengutamakan orang tuanya lebih dari pada cita-citanya yang tinggal selangkah lagi. Mirza bilang kalo kita itu ada pada restu orang tua. Dari mereka aku tau bahwa meraih mimpi itu penting namun meraih kemuliaan itu tidak bisa disepelekan.

Duo arek itu katanya ngapusi bocah bocah dari Germany, karena Marisa, Nora dan Timo kami bisa ke Banyuwangi. Tujuan awal yang dicancel karena gak tau gimana akses ke sananya. Teluk hijau memang destinasiku karena enang suka banget sama yang ijo ijo, kan pantai biasanya panas tuh. Kalo ini berarti kan lain, pantai tapi hutan. Noh gimana tuh....panas tapi dingin. Terus pulau merah, aku gak tau kapan akan ke sana kalo bukan kalian yang bawa aku ke sana.

Aku pernah mau ke Bromo pas itu tahun 2011. Udah hampir sampai tapi gagal karena mobile nggak kuat naik. Akhirnya Bapak banting stir ke Blitar katanya mau daftarin anaknya ke proklamator Indonesia alias ziarah ke makam Bung Karno. Setelah sekian tahun, ternyata bukan Bapak yang bawa aku ke Bromo, tapi kalian rek. You are the first one that take me to place I want to be there. Di penanjakan 1 adanya kabut ya? Kabutnya eksotis kalo menurut aku. Aku sama sekali gak menyesal liat kabut dan tower tower, aku seneng...I swear it!!!. Aku ada di sana, sholat subuh, rasanya udah nikmat banget. Kabut bukan masalah buat ku. Aku sudah sampai tempat tujuanku, aku bersyukur untuk itu.

Aku gak mau ke air terjun awalnya, takut terlalu ngerepotin kalian. Tapi tapi tapi tapi ternyata....duh gimana ya aku ceritanya. Di sana tebingnya tinggi, ditumbuhi tanaman hijau, ada air jatuh dari atas yang gak habis habis, dibawahnya ada sungai bening, udaranya sejuk. Kata mereka ini hidden paradise, semakin aku mendekati air terjun utama yang tersembunyi itu semakin aku terpukau (hanya dia yang menbuat aku terpukau-nyanyi). Mirza yang cepet jalannya itu bilang “come on come on”, apaan sih Mir yang disini aja belum selesai dinikmati. Awalnya hujan dari tebing, lalu sungai bening, lalu entah berapa debit air jatuh dari atas ke dalam danau warna biru, airnya nggak abis abis. What I can do just stood in silence. Its just suddenly happen, ada dua air terjun sekarang, dari tebing dan dari mataku. Kata Renam “kenapa Buk?capek?” Enggak, aku Cuma tertegun (tertegun ku memandang mu-nyanyi). Plis ojo baper ;p
Aku pas itu cuman mikir, siapa yang bikin semua ini. Dan kalo Allah bisa ngerancang hal yang indah banget kayak gini, apa kabar rencanaku yang aku pikir udah indah benget. Rencana ku aja indah, apalagi rencana Allah.
Aku bisa ngerasain jantungku berdetak, trus darah yang ngalir ke semua badanku kayak bilang, “Hei, apa lagi yang kamu ragukan dari Allah. Kamu itu siapa, Allah itu siapa? Masih bisa ngerasa hebat sekarang? Mau mengeluh soal apa lagi sekarang? Kamu pikir Allah akan sembarangan menuliskan takdirmu? Dia bisa bikin apapun yang Dia kehendaki”...piye lebhay to??

Sejak SD aku selalu bersemangat jika saatnya pulang tiba, berkemas kemas....horeee pulaaangg. Tapi kemarin aku ngerasa kenapa udah maghrib? padahal habis isya harus pulang. Aku gak akan memaksakan untuk tinggal sehari lagi, karena ini sudah terlalu lama buatku hahaha dan kalian pasti juga capek kan rek? Gak etis banget kalo aku memperpanjang masa penderitaan kalian.
Makasih buat pacarku, maksudku pacarku jati (kok tetep keliatan kayak pacaran sama cowok ya, gini bakal nurunin pasaran dong kalo ada yang baca)....maksudku pacarku jati dan dia itu cewek dan aku normal (kalo dia sih nggak tau deh) yang udah bawa aku ngetrip, maksudku random trip lebih tepatnya. Aku takut di awal tapi sungguh sangat bersyukur di akhir, dan aku nggak menyesal kok, beneran.

Di sepanjang perjalanan pulang aku inget apa yang udah aku lakukan beberapa hari kemarin terus aku berdoa. Ini doa ku di bis, sssttt tapi jangan bilang bilang.
Ya Allah ada hamba Mu yang telah memperlakukan aku dengan baik. Bersusah susah agar aku merasa nyaman dan aman. Menghawatirkan bagaimana perasaanku dan apakan aku sehat. Lari ke sama ke mari untuk memuliakan tamu. Engkau sudah pasti akan membalas kebaikan mereka. Oh Allah please make happen what is their future goals, or giving them better than that. Dari mereka aku mempelajari banyak hal, dan jika aku menjadi lebih baik dan mendapatkan kebaikan (karena telah belajar dari mereka), semoga mereka mendapatkan pahalanya juga.

Every experience, either good or bad, comes with a lesson. There are moments when troubles enter our lives and we can do nothing to avoid them. But they are there for a reason. Only when we have overcome them will we understand why they were there. –Paulo Coelho-

Jember-Banyuwangi-Probolinggo

28 September-2 Oktober 2015