Kamis, 25 Juni 2015

I, We did it

Momen yang aku tunggu tunggu sejak sebelum aku lulus, lebih dari satu tahun yang lalu. Aku mendaftar bahkan sebelum pendaftaran dibuka, dengan tidak sabar menunggu pengumuman penerimaan. Demi ikut riset ini aku tidak takut apalagi kabur dari vaksin.
Banyak komentar orang ketika aku menceritakan atau ketika mereka sendiri memintaku untuk menjelaskan tentang rikhus vektora.
Ada yang dengan heran bilang “cari nyamuk? Ngapain?”,
Ada yang dengan kaget bilang “ha? serius?”,
Ada juga yang mentertawakan “hahahaha”
Ada yang istighfar juga “astaghfirullah”
Setelah ada di Solo dan bertemu dengan orang orang yang satu tujuan dengan ku, barulah aku merasa dimengerti, alhamdulillah ya Allah tidak ada lagi yang bilang kalo aku kurang kerjaan. Tidak perlu aku susah payah menjelaskan begini begitu.
Apa masalah kemudian selesai? Ternyata tidak. Selama TC aku merasa jadi orang bego, banyak banget ilmu yang aku tidak mengerti. Tapi ini kegiatan yang aku tunggu lebih dari satu tahun yang lalu, jadi meskipun otakku meledak tapi semangatku tetap membara. Semakin meledak semakin membara *labay.com.
Untung ada percobaan puldat di Boyoali, jadi paling tidak kami punya gambaran tentang keadaan di lapangan nanti. Di sini kami lebih mengenal teman satu tim. TIM VEKTOR PATI, itu tim ku.
Abdul Malik (Ketua TIM, Beliau ini tim pakar yang selama puldat menjadi kakek kami ),
Wulan K Jati (dia temanku yang selama puldat menjadi Waka TIM),
Sumarman (Beliau suami dan ayah baik baik yang selama puldat menjadi Om kami),
Suwasis (Beliau bapak gaul yang setelah puldat mendapat gelar SE sarjana entry),
Sunarto (Beliau pria yang sangat bersahaja yang selama puldat menjadi chef, kadang menjadi naruto, kadang juga menjadi rembo yang jelas Beliau adalah Pakdhe kami),
Mufida (gadis cantik yang aku amati dari awal ketemu waktu vaksin yang selama puldat menjadi idola semua pria),
Nicko A Gumilang (dia anak mama papa yang selama puldat membawa tawa dan menjadi korban bullying, menyelesaikan masalah teknis dan paling sering nanya ke mbah google)
dan aku Nareisywari YK (orang yang sangat beryukur mengenal mereka). Aku suka mereka semua, mereka juga pasti suka aku hahah, kami saling menyukai....mau tidak mau.
Puldat akhirnya dimulai. Halo Pati, Bumi Mina Tani. Selama satu bulan kami akan bekerja keras. Banyak hal-hal yang harus kami lakukan sesuai dengan SOP. Survey jentik lingkungan dan rumah, penangkapan  nyamuk resting rumah dan lingkungan, penangkapan malam dengan segala macam metodenya, belum lagi prosesing sampel yang  masya Allah banyak sekali. Selain itu juga ada beban administratif kayak mengisi form, logbook, SPPD, dan SPJ yang ribetnya sampe bikin muntah-ngelebihin stressnya nge-goal-in draft skripsi ke perpus pokonya. Belum lagi harus berhubungan dengan tenaga lokal, pemilik rumah, perangkat desa, dinas kesehatan, supervisi berkali kali yang bukan hanya membawa oleh oleh tapi juga informasi yang bergonta ganti kayak nomer HP waktu jaman sekolah, gonta ganti.
Tapi serangkaian kegiatan ini sungguh keren menurutku. Aku sih yakin banget kalo orang orang dibalik ini semua juga sudah mengusahakan yang terbaik demi kelancaran puldat (red: pengumpulan data). Mempersiapkan penelitian skala nasional dengan berbagai macam alat, prosedur, metode yang sungguh luar biasa buanyak pasti membutuhkan dedikasi dan kesabaran yang luar biasa banyak juga. Makanya meskipun luar biasa jengkel tapi aku berusaha memahami Beliau Beliau yang sudah luar biasa bekerja keras.
Banyak banget yang aku pelajari dari riset ini, tentang vektor, tentang kerjasama tim, tentang seluk beluk administrasi di dalam organisasi. Aku harus mengendalikan diri, sabar, legowo, menerima kekurangan ku sendiri dan orang lain, mengakui kesalahan kebodohan dan ketololan ku, memahami mengapa orang bersikap demikian, memprioritaskan kepentingan tim. Aku harap nilai nilai itu terpatri terus di benakku sehingga aku bisa makin bijaksana dan lebih bertoleransi...pokoknya jadi orang baik deh, di mata Allah dan di mata sesama manusia, hewan juga deh kalo perlu.
Yang aku rasakan selama ikut riset ini tidak bisa terangkai dalam kata kata, entah karena terlalu amazing atau akunya yang ndak bisa nulis,,,mana catatan harianku di HP keformat lagi (sayang banget lho padahal aku nulis semuanya di situ)
Kata Prof Tjandra Yoga, “riset ini adalah sesuatu yang bisa dilakukan oleh manusia untuk manusia” and I did it. Alhamdulilah segala puji bagi Allah Tuhanku penguasa alam semesta

Pakdhe-Mas Niko-Pak gaul-Om Maman-Mbak Ida-Jati-Pak Malik
Aku ndak ada karena aku yang moto huhuhu

Hallo TIM

Kemesraan dimulai dari sini

Apaan sih Pak Wasis niii

Tongkat narsis coy...

ndak ada foto kerja karena waktu kerja kita semua (sok) serius 

Hobinya Mas Niko berdoa: Semoga nyamuk kita dicukupkan (red: dikit aja) Aamiin ya Allah

Semua foto adanya yang ceria, kalo pas merana ya ma
 les banget foto hahah

Kemesraan (2)

Rembo, Kemesraan (3)

Meskipun ngantuk tetap foto

Rombongan apa ini?

Foto=senyum (apapun yang terjadi)


Kemesraan (4) bersyukur mereka sekarang pisah ranjang


Tidak ada komentar:

Posting Komentar