Momen
yang aku tunggu tunggu sejak sebelum aku lulus, lebih dari satu tahun yang
lalu. Aku mendaftar bahkan sebelum pendaftaran dibuka, dengan tidak sabar
menunggu pengumuman penerimaan. Demi ikut riset ini aku tidak takut apalagi
kabur dari vaksin.
Banyak
komentar orang ketika aku menceritakan atau ketika mereka sendiri memintaku
untuk menjelaskan tentang rikhus vektora.
Ada
yang dengan heran bilang “cari nyamuk? Ngapain?”,
Ada
yang dengan kaget bilang “ha? serius?”,
Ada
juga yang mentertawakan “hahahaha”
Ada
yang istighfar juga “astaghfirullah”
Setelah
ada di Solo dan bertemu dengan orang orang yang satu tujuan dengan ku, barulah
aku merasa dimengerti, alhamdulillah ya Allah tidak ada lagi yang bilang kalo
aku kurang kerjaan. Tidak perlu aku susah payah menjelaskan begini begitu.
Apa
masalah kemudian selesai? Ternyata tidak. Selama TC aku merasa jadi orang bego,
banyak banget ilmu yang aku tidak mengerti. Tapi ini kegiatan yang aku tunggu
lebih dari satu tahun yang lalu, jadi meskipun otakku meledak tapi semangatku
tetap membara. Semakin meledak semakin membara *labay.com.
Untung
ada percobaan puldat di Boyoali, jadi paling tidak kami punya gambaran tentang
keadaan di lapangan nanti. Di sini kami lebih mengenal teman satu tim. TIM
VEKTOR PATI, itu tim ku.
Abdul
Malik (Ketua TIM, Beliau ini tim pakar yang selama puldat menjadi kakek kami ),
Wulan
K Jati (dia temanku yang selama puldat menjadi Waka TIM),
Sumarman
(Beliau suami dan ayah baik baik yang selama puldat menjadi Om kami),
Suwasis
(Beliau bapak gaul yang setelah puldat mendapat gelar SE sarjana entry),
Sunarto
(Beliau pria yang sangat bersahaja yang selama puldat menjadi chef, kadang
menjadi naruto, kadang juga menjadi rembo yang jelas Beliau adalah Pakdhe kami),
Mufida
(gadis cantik yang aku amati dari awal ketemu waktu vaksin yang selama puldat
menjadi idola semua pria),
Nicko
A Gumilang (dia anak mama papa yang selama puldat membawa tawa dan menjadi
korban bullying, menyelesaikan masalah teknis dan paling sering nanya ke mbah
google)
dan
aku Nareisywari YK (orang yang sangat beryukur mengenal mereka). Aku suka
mereka semua, mereka juga pasti suka aku hahah, kami saling menyukai....mau
tidak mau.
Puldat
akhirnya dimulai. Halo Pati, Bumi Mina Tani. Selama satu bulan kami akan
bekerja keras. Banyak hal-hal yang harus kami lakukan sesuai dengan SOP. Survey
jentik lingkungan dan rumah, penangkapan
nyamuk resting rumah dan lingkungan, penangkapan malam dengan segala
macam metodenya, belum lagi prosesing sampel yang masya Allah banyak sekali. Selain itu juga ada
beban administratif kayak mengisi form, logbook, SPPD, dan SPJ yang ribetnya
sampe bikin muntah-ngelebihin stressnya nge-goal-in draft skripsi ke perpus
pokonya. Belum lagi harus berhubungan dengan tenaga lokal, pemilik rumah,
perangkat desa, dinas kesehatan, supervisi berkali kali yang bukan hanya
membawa oleh oleh tapi juga informasi yang bergonta ganti kayak nomer HP waktu
jaman sekolah, gonta ganti.
Tapi
serangkaian kegiatan ini sungguh keren menurutku. Aku sih yakin banget kalo
orang orang dibalik ini semua juga sudah mengusahakan yang terbaik demi
kelancaran puldat (red: pengumpulan data). Mempersiapkan penelitian skala
nasional dengan berbagai macam alat, prosedur, metode yang sungguh luar biasa
buanyak pasti membutuhkan dedikasi dan kesabaran yang luar biasa banyak juga. Makanya
meskipun luar biasa jengkel tapi aku berusaha memahami Beliau Beliau yang sudah
luar biasa bekerja keras.
Banyak
banget yang aku pelajari dari riset ini, tentang vektor, tentang kerjasama tim,
tentang seluk beluk administrasi di dalam organisasi. Aku harus mengendalikan
diri, sabar, legowo, menerima kekurangan ku sendiri dan orang lain, mengakui
kesalahan kebodohan dan ketololan ku, memahami mengapa orang bersikap demikian,
memprioritaskan kepentingan tim. Aku harap nilai nilai itu terpatri terus di
benakku sehingga aku bisa makin bijaksana dan lebih bertoleransi...pokoknya
jadi orang baik deh, di mata Allah dan di mata sesama manusia, hewan juga deh
kalo perlu.
Yang
aku rasakan selama ikut riset ini tidak bisa terangkai dalam kata kata, entah
karena terlalu amazing atau akunya yang ndak bisa nulis,,,mana catatan harianku
di HP keformat lagi (sayang banget lho padahal aku nulis semuanya di situ)
Kata
Prof Tjandra Yoga, “riset ini adalah sesuatu yang bisa dilakukan oleh manusia
untuk manusia” and I did it. Alhamdulilah segala puji bagi Allah Tuhanku
penguasa alam semesta
Pakdhe-Mas
Niko-Pak gaul-Om Maman-Mbak Ida-Jati-Pak Malik
Aku ndak
ada karena aku yang moto huhuhu
Hallo TIM
Kemesraan dimulai dari sini
Apaan sih Pak Wasis niii
Tongkat narsis coy...
ndak ada foto kerja karena waktu kerja kita semua (sok) serius
Hobinya Mas Niko berdoa: Semoga nyamuk kita dicukupkan (red: dikit aja) Aamiin ya Allah
Semua foto adanya yang ceria, kalo pas merana ya ma
les banget foto hahah
Kemesraan (2)
Rembo, Kemesraan (3)
Meskipun
ngantuk tetap foto
Rombongan
apa ini?
Foto=senyum (apapun yang terjadi)
Kemesraan (4) bersyukur mereka sekarang pisah ranjang