Pernah gak iri sama kehidupan orang? Aku mulai melakukan itu selepas SMA. Dari orang yang ini pindah ke yang itu ganti lagi ke yang lain kadang balik ke orang yang dulu lagi, stalking tentang hari hari mereka, menghayal jika aku bla bla bla. Ini bisa jadi wajar, aku juga gak tau pasti tapi yang jelas ini sangat mengganggu. Sampai aku memutuskan untuk memenukan blog lama ku yang terlantar dan berusaha menuangkan pemikiranku tentang iri pada kehidupan orang, lebih tepatnya menuliskan opini bahwa kegiatan itu berbahaya kalo keterusan dan merugikan kalo kita gak bisa ambil segi positifnya dan terlarut dalam lamunan pengen menjalani hidup orang lain.
Aku baru aja stalking tentang orang yang kuliah di Jerman, seseorang yang aku gak kenal siapa dia. Aku buka twitternya, baca blognya, liat liat fotonya. Pokoknya kepoin dia deh. Tapi kegiatanku berhenti setelah liat acara Hitam Putih yang menhadirkan bintang tamu seorang fresh graduate dari UNNES dengan IPK 3,96 dapat penghargaan dari Presiden dan akan kuliah ke Inggris. Dia anaknya tukang becak. Bahasa inggrisnya gak terlalu bagus, barangkali karena gak pernah kursus. Tapi dia inspiring banget, apalagi buat aku yang baru aja ngiri sama orang yang gak di kenal *aduh parah kan?!. Raeni tu orang Semarang. Yaaa sedikit banyak pergaulannya hampir sama lah kayak aku. Dan aku bisa ngebayangin kehidupannya. So menjadikan dia sebagai contoh itu lebih realistis buat ku.
Udah berapa kali aku berikrar kalo menginginkan hidup orang lain itu bodoh, dan hahahaha terulang lagi dan lagi. Padahal setiap orang kan punya masalah sendiri-sendiri. Aku kan gak tau orang yang aku ingini hidupnya itu bawa masalah apa dibalik hidup yang wow di mataku.
Setelah ini, aku gak janji bakal gak iri lagi sama hidup orang lain, tapi aku yakin lebih bisa mengontrol dan berpikir lebih cerdas lagi untuk menyadari bahwa mungkin ada orang di luar sana yang menginginkan hidup seperti yang sedang aku jalani, sehingga aku sadar untuk kembali bersyukur.
Celupin telunjuk ke laut, dan butir air di ujung jari itu adalah dunia. Lautannya adalah akhirat.
Orang yang bahagia adalah orang yang hidup dalam takwa kepada Allah.
Sebaik baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain.
Tuhan ingatkan hamba untuk selalu mengingat Mu, karena dengan begitu hati akan menjadi tenang.
Benar salahnya tulisan di atas, itu adalah opini mahasiswa yang baru saja menyelesaikan kuliahnya, sedang akan memasuki dunia baru dan yang terus ingin mengenbangkan pikirannya agar bertumbuh menjadi manusia yang benar....entah benar itu definisinya apa....makanya pengen numbuhin pikiran dulu :)