Senin, 06 Mei 2019

7 Mei 2019

Ada tanaman lidah buaya depan rumah yang copot dari tanah (mungkin ulah kucing).
Ada kaleng bekas makanan kucing.
Nyari kerikil di lapangan voli depan rumah.
Kemudian bikin hidroponik.
Lidah buayanya udah agak layu.
Mari lihat apa dia bisa bertahan atau tidak.
Mungkin aku perlu beli pupuk cair kali ya?
Ada kaktus yang baru aku bersihkan dari jamur jamur putih dan lidah mertua yg coba aku tumbuhkan akarnya pake media air.

Selasa, 19 Februari 2019

Kartu SIM Tidak Cocok pada Mobile Banking BTN

Ini kali ke dua saya mengalami kendala "Kartu SIM Tidak Cocok" pada Mobile Banking BTN. Yang pertama teratasi secara tidak sengaja, karenanya saat ada kasus yang sama saya masih kebingungan bagaimana cara mengatasinya. Oleh karena itu tulisan ini saya buat untuk sharing kepada yang mencari solusi atas masalah yang sama.
Saya tidak tahu apakah ini memang solusinya atau hanya kebetulan saja. Setelah uninstal, instal, uninstal, instal lagi, lepas pasang SIM card, pindah slot SIM card 1 ke  slot SIM card 2, coba pake wifi coba pake mobile data, coba aktifkan mode pesawat, matian dan nyalakan HP. Ada yang pernah coba cara lain? Ada yang merasa sudah frustasi? Atau bela belain ke Bank buat mengatasi masalah ini?
Kenapa SIM card dibilang tidak cocok padahal SIM card saya normal (bisa buat terima dan melakukan telpon maupun sms). Tidak pernah melepas SIM card sebelumnya. Dan SIM card yang didaftarkan berada di slot card 1.
Saya juga mendapat sms ini berulangkali.



Yang saya lakukan adalah mengingat ingat apa yang saya coba watu pertama masalah ini mendera hidup saya dan hasilnya adalah tidak ada. Saya lupa sama sekali.
Kemudian saya mendapat hidayah. Saya tidak tau pasti apa yang salah tapi cara ini berhasil.

Non aktifkan SIM card 2. Pastikan yang berada di slot card 1 adalah nomor yang terdaftar saat awal mengaktifkan mobila banking.

Dan....Mobile Banking BTN bisa digunakan lagi. Alhamdulillah.
Semoga membantu.
Terimakasih sudah mampir.

Senin, 18 Desember 2017

Antara lemah dan punya perasaan.
Dulu aku sangat dingin dan merasa bisa melakukan semuanya sendiri.
Aku tak butuh siapapun.
Aku bertempur pada peperangan yang pasti aku menjadi pemenangnya.

Sekarang tidaklah sama seperti dulu.
Entah aku yang melemah atau mulai berperasaan.
Sebuah pesan bisa mempengaruhi ku dengan sangat kuat.
Datangnya membuat matahari bersinar hangat.
Ketidak datangnya membuat abu abu di mana mana.
Seseorang menjadi pusat perhatianku.

Dalam masa yang tidak terdaftar dalam jadwal hidupku, aku bertemu seseorang yang dalam sekejap kehadirannya ku ingini.
Bisa saja ini sementara.
Lagipula apa perlu aku terlalu peduli?

Bukan salah siapapun.
Aku suka periode menyenangkan pada saat itu.
Aku akan menjalani periode menyebalkan harus merelakan saat ini.
Aku pasti lega setelah ini berlalu.
Aku , seperti yang sudah sudah, baik baik saja pada akhirnya.

Jumat, 17 November 2017

Pentingnya komunikasi dan menjalaskan maksud mu ke orang lain. Terutama yg kamu ingin dia ngerti, atau dia yg berhak ngerti, atau dia yang seharusnya ngerti.
Orang punya kepala sendiri sendiri dan itu boleh kalo mereka punya pikiran sendiri sendiri.
Otomatis gak salah dong kalo mereka punya pendapat sendiri tentang satu hal.

Apalagi kalo kamu jadi panutan, pemimpin, yg ngasih komando, dan semacamnya.
Perlu banget kamu utarakan apa yg ingin dicapai bersama, bahkan hal hal yg mungkin dianggap remeh bisa jadi perlu buat dishare.
Namanya kerja bareng ya kan harus gitu, supaya semua paham kita akan ke mana dan saat ini sedang sampai mana trus gimana cara kita bisa sampe tujuan.

Jangan salahkan orang yang gak ngerti dan melakukan hal yang tidak sesuai kalo kamu aja gak berusaha kasih pengertian ke dia.

Intinya komunikasi sih,
Kalo itu gak terjalin dari awal, gimana cara kita paham satu sama lain.

Dan kemudian kalo "tipe pemberontak" ku keluar, -meskipun aku sudah berusaha ngertiin- ya monggo dirasakan saja

Bukannya mau jahat, tapi yo emang aku untuk hal ini jahat.
Mangkel wae, aku wes pontang panting di awal kok, panas udan bleduk bledek wes tak telan.
Njuk aku ijeh kudu ngisep asap knalpot.

Aku sih masih respect sama pekerja keras yang belum mencapai target.
Lha kalo dia nyeruput kopi disaat aku ngumpulin ludah buat menahan haus po yo layak tak perjuangkan?

Maaf ghibah terselubung

Trus aku juga salah...
Aku gak ngomong apa yang aku rasakan.
Jarkoni kamu res

Surakarta, 17 November 2017

Senin, 10 Juli 2017

Amal Menolak Bala

10 Juli 2017

Setelah sekian lama gak ke kampus, hari ini dapat kesempatan buat berkunjung. Gak pernah gak seru kalo datang ke tempat yang berisi akademisi, rasanya keren aja.

Rencananya aku bakal berkesempatan menghuni laboratorium terpadu UNDIP mungkin sekitar semingguan lah. Dalam rangka bantu urus sampel penelitiannya Bu Endah, salah satu dosen favoritku karena kalo beliau ngajar bukan cuma kasih ilmu yang ilmiah tapi kasih ilmu kehidupan juga, ramah, murah senyum dan menyenangkan.

Baru ketemu aja langsung udah dapat quotes ala beliau (yang selalu lovable buat aku). Jangan meremehkan kejadian kecil, siapa tau ini akan bermakna di kemudian hari.

Mari menuju ke kejadian yang sesuai judul. Amal menolak bala.
Udah selesai urusan, tinggal pulang aja. Kunci masuk ke got. Udah nyoba pake tangan, pake kayu, nungging nungging di parkiran. Astaga...tinggal otw pulang aja lho ini.
Lalu akhirnya menterah setelah kunci malah ketutupan sampah, gak keliatan lagi. Aku berencana naik gojek ke tukang kunci tadi siang (kebetulan habis menduplikat kunci juga siangnya).
Gojek sih banyak, tapi cuman 3000 biayanya. Karena gak tega, akhirnya jalan deh, lumayan deket juga sih, sekalian mikir sepanjang perjalanan, alternatif lain yang mungkin bisa dijadikan solusi.
Singkat cerita bapak ahli kunci ikut aku ke parkiran, tempat kejadian kunci masuk got yang konyol.
Kata bapak yang menolong, aku kurang amal. Harusnya 180rb bisa buat amal saja dari pada buat duplikat kunci motor. Awalnya im going to upset because of him.
"Kalo saja aku gak usah balik ke toko dan bayar kekurangan karena kesalahan mbak penjual yang ngitung, mungkin aku gak perlu dengar kata kata "atos" anda pak", kata ku dalam hati.
Tapi aku mikir lagi, bapaknya juga gak salah. Mungkin ini nasehat buat ku lewat bapak ahli kunci.
Ya...aku tersadar. Jangan jangan emang aku kurang amal, atau terlalu sombong.
Aku keinget lagi, ada nadzar yang emang aku tunda.

Alhamdulillahnya kunci gak jadi ilang dan cuma perlu bayar jasa penjumputan kunci dari got.
Ndak usah buat ndak usah nunggu lebih lama lagi.

Baru siangnya aku nyeplos bilang ke emte "payah ya kalo kunci masuk ke lubang ginian (got)"
Eh sorenya kejadian.

Ini peringatan dan pelajaran buatku sih.
Biar besok lebih hati hati.

Lalu besoknya pas mau nyari gantungan kunci buat antisipasi kejadin gini lagi, ternyata udah dicenteli ibuk.
Pas kehilangan kunci aku pikir "ah...orang rumah gak akan peduli"
Tapi aku sebaiknya gak boleh kayak gitu lagi hahahaha

Sekian ceritaku.
Thank you

Sabtu, 17 Juni 2017

Jadwal Bus Ramayana Semarang-Jogja

Yang dari Semarang mau ke Jogja atau sebaliknya naik Bus Ramayana. Ini jadwalnya. Terus kalo tiketnya Rp 45.000 per 15 Juni 2017