Di setiap perjalanan aku selalu
beroda agar aku mempelajari sesuatu yang menambah ketaatanku kepada Allah.
Membuat aku lebih rendah hati. Mengikis kesombonganku. Dan membuat aku sadar
bahwa aku sebenarnya hanya kecil.
Dengan planning yang random aku
pergi dari rumah ke tempat lain. Setiap kali ditanya orang dan aku jawab kami
–aku dan Jati- dari Semarang, mereka bilang “adohe rek”, “jauh sekali”,
“semarang tu mana?”. Dari situ aku nyadar kalo aku mungkin terlalu berani (red:
nekat) hahaha
Setelah sampai stasiun Jember,
kami dijemput duo arek yang akan kami repotkan selama beberapa hari ke depan,
Renam sama Mirza. Selama di sana, they treat us like a princess (princess yang
teraniyaya maksute hahaha).
Renam itu anaknya sopan dan
rendah hati banget. Selalu minta maaf apapun itu. Mirza itu anaknya humble dan
menyenangkan banget. Selalu be the first, kalo jalan cuepet banget...go
straight on ya Mir. Waktu itu Renam cerita kalo dia mengutamakan orang tuanya
lebih dari pada cita-citanya yang tinggal selangkah lagi. Mirza bilang kalo
kita itu ada pada restu orang tua. Dari mereka aku tau bahwa meraih mimpi itu
penting namun meraih kemuliaan itu tidak bisa disepelekan.
Duo arek itu katanya ngapusi bocah
bocah dari Germany, karena Marisa, Nora dan Timo kami bisa ke Banyuwangi.
Tujuan awal yang dicancel karena gak tau gimana akses ke sananya. Teluk hijau
memang destinasiku karena enang suka banget sama yang ijo ijo, kan pantai
biasanya panas tuh. Kalo ini berarti kan lain, pantai tapi hutan. Noh gimana
tuh....panas tapi dingin. Terus pulau merah, aku gak tau kapan akan ke sana
kalo bukan kalian yang bawa aku ke sana.
Aku pernah mau ke Bromo pas itu
tahun 2011. Udah hampir sampai tapi gagal karena mobile nggak kuat naik.
Akhirnya Bapak banting stir ke Blitar katanya mau daftarin anaknya ke proklamator
Indonesia alias ziarah ke makam Bung Karno. Setelah sekian tahun, ternyata
bukan Bapak yang bawa aku ke Bromo, tapi kalian rek. You are the first one that
take me to place I want to be there. Di penanjakan 1 adanya kabut ya?
Kabutnya eksotis kalo menurut aku. Aku sama sekali gak menyesal liat kabut dan
tower tower, aku seneng...I swear it!!!. Aku ada di sana, sholat subuh, rasanya
udah nikmat banget. Kabut bukan masalah buat ku. Aku sudah sampai tempat tujuanku,
aku bersyukur untuk itu.
Aku gak mau ke air terjun awalnya, takut terlalu ngerepotin kalian. Tapi tapi tapi tapi ternyata....duh gimana ya aku ceritanya. Di sana tebingnya tinggi, ditumbuhi tanaman hijau, ada air jatuh dari atas yang gak habis habis, dibawahnya ada sungai bening, udaranya sejuk. Kata mereka ini hidden paradise, semakin aku mendekati air terjun utama yang tersembunyi itu semakin aku terpukau (hanya dia yang menbuat aku terpukau-nyanyi). Mirza yang cepet jalannya itu bilang “come on come on”, apaan sih Mir yang disini aja belum selesai dinikmati. Awalnya hujan dari tebing, lalu sungai bening, lalu entah berapa debit air jatuh dari atas ke dalam danau warna biru, airnya nggak abis abis. What I can do just stood in silence. Its just suddenly happen, ada dua air terjun sekarang, dari tebing dan dari mataku. Kata Renam “kenapa Buk?capek?” Enggak, aku Cuma tertegun (tertegun ku memandang mu-nyanyi). Plis ojo baper ;p
Aku pas itu cuman mikir, siapa
yang bikin semua ini. Dan kalo Allah bisa ngerancang hal yang indah banget
kayak gini, apa kabar rencanaku yang aku pikir udah indah benget. Rencana ku
aja indah, apalagi rencana Allah.
Aku bisa ngerasain jantungku
berdetak, trus darah yang ngalir ke semua badanku kayak bilang, “Hei, apa lagi
yang kamu ragukan dari Allah. Kamu itu siapa, Allah itu siapa? Masih bisa
ngerasa hebat sekarang? Mau mengeluh soal apa lagi sekarang? Kamu pikir Allah
akan sembarangan menuliskan takdirmu? Dia bisa bikin apapun yang Dia kehendaki”...piye lebhay to??
Sejak SD aku selalu bersemangat
jika saatnya pulang tiba, berkemas kemas....horeee pulaaangg. Tapi kemarin aku
ngerasa kenapa udah maghrib? padahal habis isya harus pulang. Aku gak akan
memaksakan untuk tinggal sehari lagi, karena ini sudah terlalu lama buatku
hahaha dan kalian pasti juga capek kan rek? Gak etis banget kalo aku
memperpanjang masa penderitaan kalian.
Makasih buat pacarku, maksudku
pacarku jati (kok tetep keliatan kayak pacaran sama cowok ya, gini bakal
nurunin pasaran dong kalo ada yang baca)....maksudku pacarku jati dan dia itu
cewek dan aku normal (kalo dia sih nggak tau deh) yang udah bawa aku ngetrip,
maksudku random trip lebih tepatnya. Aku takut di awal tapi sungguh sangat
bersyukur di akhir, dan aku nggak menyesal kok, beneran.
Di sepanjang perjalanan pulang
aku inget apa yang udah aku lakukan beberapa hari kemarin terus aku berdoa. Ini
doa ku di bis, sssttt tapi jangan bilang bilang.
Ya Allah ada hamba Mu yang telah
memperlakukan aku dengan baik. Bersusah susah agar aku merasa nyaman dan aman.
Menghawatirkan bagaimana perasaanku dan apakan aku sehat. Lari ke sama ke mari
untuk memuliakan tamu. Engkau sudah pasti akan membalas kebaikan mereka. Oh
Allah please make happen what is their future goals, or giving them better than
that. Dari mereka aku mempelajari banyak hal, dan jika aku menjadi lebih baik
dan mendapatkan kebaikan (karena telah belajar dari mereka), semoga mereka
mendapatkan pahalanya juga.
Jember-Banyuwangi-Probolinggo
28 September-2 Oktober 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar